Rabu, 26 Oktober 2016

Marketing

Haiiiii Selamat Sore Guys............
Pada sore hari yang mendung n hujan tipis-tipis ini guee bakal jelasin tentang topik Pemsaran.
Topik Pemasaran ini diambil dari buku "Principles of Marketing" Edisi 14 yang ditulis oleh Philip Kotler dan Gary Armstrong.


Gue akan menjawab beberapa pertanyaan company case yang terdapat di buku tersebut...
Yang pertama adalah company case mengenai Trap-Ease America: The Big Cheese of Mousetrap yang terdapat di halaman 62 dan company mengenai JetBlue: Delighting Customer Through Happy Jetting yang ada di halaman 34. Pada penasaran kan apa jawaban dari soal-soal tersebutt.????? 
Nih jawaban lengkapnyaa....

Review Jurnal

Journal of Cleaner Production

Life cycle assessment of bio-based sodium polyacrylate production from pulp mill side streams: case study of thermo-mechanical and sulfite pulp mills
By: Paul Gontia, Matty Janssen


Halooo Guys,, kali ini gue bakal ngereview jurnal tentang Cleaner Production dengan judul jurnal yang udah gue sebutin diatas. Biar gampang dalam mereview jurnal diatas, maka ada 5 tahapan yang mempermudah dalam hal ngerangkum jurnal. Berikut adalah 5 tahapannya:
1. Goal and Scope Definition
2. Life Cycle Inventory
3. Life Cycle Impact Analysis
4. Interpretation
5. Discussion and Conclusion
Nahh,, terusss ini hasil review jurnal gueee... :)

Rabu, 05 Oktober 2016

Selamat malam...... Pada kesempatan kali ini aku akan ngepost contoh soal dan pembahasan mengenai "Goal and Scope Definition"  yang berhubungan sama materi kuliah Sustainable Manufacturing.... Udah pada penasaran kan?????
yukkkk kita liat sama-sama.... 


Question 1:
You want to decide whether to use a plastic or paper bag at the supermarket. The plastic bag weighs 40 g with a capacity of 9 L, and you estimate you will use it twice on average (reuse one additional time after the first use). The paper bag weighs 30 g with a capacity of 6 L and cannot be reused.
Determine the FU, assuming the bags carry their maximum load.
Determine the reference flows and key parameters linking the reference flows to the FU for the two scenarios, assuming manufacturing and disposal are negligible.

Answer :

Produk
FU
Reference Flows
Key Parameters
Kantong Plastik
Membawa barang belanjaan sehingga kapasitas menjadi 18 L untuk 2 kali pemakaian, dengan 1 kantong berkapasitas 9 L.
1 kantong plastik memiliki berat 40 g
2 kantong plastik digunakan untuk 2 kali penggunaan sehingga berat total menjadi 80 g.
Carrying capacity per pengunaan maksimum untuk produk.

Berat produk

Jumlah dari produk yang digunakan
Kantong kertas
1 kantong kertas memiliki berat 30 g
3 kantong kertas untuk pemakaian pertama, dan 3 lagi untuk pemakaian berikutnya, sehingga berat total jadi 180 g


Question 2
Use LCA to compare the use of paper towels in a public restroom with that of a hot-air dryer.
Describe the function and any secondary functions of the system.
Choose an FU that represents the function of the system.
For each case, list the reference flows and key parameters corresponding to the selected FU.
System boundary

Answer:

Produk
Primary Function
Secondary Function
Hand dryer
Digunakan untuk pengering tangan

Kertas Tissue
Digunakan untuk pengering tangan
-Untuk membersihkan benda yang dianggap basah
-membersihkan berbagai anggota tubuh

Produk
FU
Reference Flow
Key Parameter
System Boundaries
Hot Air Hand Dryer
Mengeringkan tangan sehari-hari selama 20 tahun, dengan melakukan pengeringan tangan sebanyak 3 kali sehari (1 orang)
- 1800 watt untuk 30 detik (tiap pengeringan sepasang tangan)
yang berarti penggunaan listrik selama 20 tahu n adalah 39.420.000 watt (39.420 KiloWatt)
-  Pemakaian untuk 20 tahun dengan berat 12kg (device) yang terdiri dari 8kg besi cetak dan 4kg baja.

- Jumlah Listrik yang digunakan dan durasi pemakaian
-  Umur Pemakaian alat
- Semua sistem memiliki transportasi untuk setiap pengantaran barang.
Kertas Tisu
Mengeringkan tangan sehari-hari selama 20 tahun, dengan melakukan pengeringan tangan sebanyak 3 kali sehari (1 orang)
- 3,58 gram setiap mengeringkan tangan, sekitar 1,5 kertas tisu, dengan 1 kertas tisu mencapai 2 gram. Artinya dalam 20 tahun menggunakan kertas tisu sebesar 32.850 lembar tisu (65.700 gram/65,7 kg tisu)
-  Pemakaian dispenser kertas tisu untuk 10 tahun dengan berat 3kg, berarti untuk 20 tahun membutuhkan 6kg plastik untuk dispenser kertas tisu
- Jumlah Listrik yang digunakan dan durasi pemakaian
- Umur Pemakaian alat
-  Semua sistem memiliki transportasi untuk setiap pengantaran barang.

Question 3:
Ambil produk yang sehari-hari digunakan.
Buat studi LCA dengan menentukan
Goal and Scope definition
FU, Reference Flow, Key Parameters and System Boundary.

Answer:

Produk
FU
Reference Flows
Key parameters
System Boundary
Obat nyamuk elektrik
Untuk mengusir nyamuk selama 12 jam per hari.
Digunakan untuk 3 kali pakai, dengan berat 5 g.
Daya tahan 1 obat nyamuk elektrik selama 4 jam.
Jadi untuk penggunaan selama 12 jam membutuhkan obat nyamuk elektrik sebanyak 3 obat nyamuk sehingga dalam 1 minggu penggunaan obat nyamuk elektrik sebanyak = 3 buah*7= 21 buah obat nyamuk.
- berat obat nyamuk yang digunakan
- daya tahan obat nyamuk
Cara penggunaan dengan arus listrik dan tanpa menimbulkan asap.
Obat nyamuk bakar

Memiliki berat 50 g. 1 obat nyamuk bakar dapat bertahan selama 2 jam sekali pemakaian. Jadi untuk penggunaan selama 12 jam membutuhkan obat nyamuk sebanyak 6 buah. Sehingga untuk penggunaan 1 minggu obat nyamuk bakar yang dibutuhkan sebanyak= 6buah*7= 42 buah obat nyamuk bakar
- berat obat nyamuk bakar
- daya tahan obat nyamuk bakar
Cara penggunaan dengan cara dibakar dan dapat menimbulkan asap.


Senin, 03 Oktober 2016

MARKETING

Membangun Merek Kuat Part 1






Pada post kali ini, aku akan menjelaskan mengenai cara membangun merek yang kuat dalam sebuah marketing. Tentunya, sumber kali ini adalah dengan Barbara Khan seorang profesor pemasaran dari Wharton School dan direktur Jay H. Baker Retailing Center. Beliau akan menyampaikan pembahasan tentang pemasaran. Jadi segmen Pemasaran 101 ini akan lebih detail menjelaskan mengenai dasar-dasar dan prinsip-prinsip pemasaran. Tetapi, fokus penjelasan beliau pada kesempatan kali ini adalah untuk membangun merek yang kuat karena tentu saja inti dari pemasaran adalah memiliki merek yang sangat kuat. Berikut penjelasan dari beliau yang tentunya sudah saya rangkum.....

Dimulai dengan pertanyaan yang sangat mendasar yaitu apa yang dimaksud pemasaran? Pemasaran disebut juga sebagai studi tentang pasar. Kemudian apa yang dimaksud dengan pasar? Pasar adalah pertukaran antara dua mitra, transaksi antara pembeli dan penjual, tapi pemasaran juga berlaku untuk non-profit atau hal-hal di mana belum tentu uang yang ditransaksikan. Hal yang dibutuhkan untuk pemasaran atau untuk pasar yaitu supaya terjadi proses pertukaran. Tapi, pemasaran memiliki arti yang berbeda sebagai fungsi dari aspek yang berhubungan dengan pertukaran tersebut. Jadi, sebagai contoh adalah saat kita berada dalam suatu bursa jual beli. Disana akan ada satu pembeli dan satu penjual, dan jika kita berpikir bahwa akan terdapat suatu pertukaran atau transaksi antara pembeli dan penjual, maka pada suatu titik kita bisa memiliki apa yang disebut dengan pasar penjual.
Pasar penjual berarti penjual memiliki suatu produk, dan jika kita menginginkan produk itu, kita harus datang ke penjual. Berarti penjual memiliki kekuatan yang dapat mendorong pembeli untuk membeli produknya. Kebalikan dari itu kita akan menjadi pasar pembeli di mana ada banyak kompetisi, banyak pilihan produk di luar sana, dan pembeli juga akan memiliki kekuatan untuk memilih produk yang akan dibelinya. Pemasaran disini berarti tidak harus sama di pasar penjual dan di pasar pembeli. Tetapi pemasaran adalah apa yang kita sebut sebagai pasar produk. Dalam hal ini, kita harus bisa mengembangkan dan berinovasi untuk produk yang terbaik, dan harus mencoba untuk mengurangi biaya dan benar-benar harus fokus pada produk. Karena tujuan bisnis di pasar produk adalah untuk menjual produk sebanyak-banyaknya, dan profitabilitas dari pasar produk akan dilihat berdasarkan hasil dari jumlah penjualan yang didapatkan. Profitabilitas sangat berhubungan dengan pangsa pasar yang menjadi tujuan bisnis kita. Kemudian akan menimbulkan suatu pertanyaan mengapa pangsa pasar dapat meningkatkan profitabilitas?  Jawabannya karena semakin besar pangsa pasar kita maka akan semakin besar pendapatan kita.  Dan lebih besar pangsa pasar dan jumlah penjualan akan semakin rendah biaya produk dan profitabilitas. Pendapatan yang lebih tinggi, biaya yang lebih rendah akan menyebabkan lebih banyak keuntungan.
Kemudian bagaimana cara mencapai tujuan tersebut? Cara terbaik untuk melakukannya adalah kita harus berfokus pada pelanggan dengan melihat apa yang diinginkan dan memberikan produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan itu. Sebagai contoh adalah saat kita menginginkan sesuatu terkadang kita rela membayar dengan harga premium. Kemudian profitabilitas datang tidak dari mengurangi biaya, yang kita lihat di sisi pasar penjual, tetapi dari peningkatan harga premium.
Cara lainnya pemasaran berbasis pelanggan yang menguntungkan adalah dengan memberikan pelanggan apa yang mereka inginkan dari waktu ke waktu sehingga kita tidak hanya berpikir tentang satu transaksi tetapi berpikir tentang membangun loyalitas pelanggan. Konsep ini yang disebut pangsa pelanggan. Loyalitas dapat sangat menguntungkan jika kita melakukannya dengan benar. Kenapa? Karena itu biaya memberikan nilai kepada pelanggan. Ketika sedang melakukan pemasaran berbasis pelanggan itu sebenarnya cukup mahal untuk memberikan pelanggan apa yang mereka inginkan. Tetapi setelah mencari tahu apa yang diinginkan dan memberikan kepada mereka pertama kalinya, lebih murah untuk menyampaikan hal itu kepada mereka dari waktu ke waktu. Sehingga lebih sulit dan lebih mahal untuk memperoleh pelanggan baru, tapi yang lebih murah untuk mempertahankan para pelanggan dari waktu ke waktu, dan di sanalah profitabilitas berasal. Itu berasal dari loyalitas.

Sebagai contoh dari cross selling adalah sebagai berikut:
Kita pernah pergi ke sebuah GAP atau toko jeans, dan kita pergi ke kasir untuk membeli celana jeans. Kasir atau pegawai toko mungkin akan mengatakan: Oh ini celana jeans yang sangat bagus! Kita akan berpikir bahwa kita akan membutuhkan hal-hal lainnya. Itulah gagasan Cross Selling. Jadi penjualan hal-hal lain, tidak untuk satu produk tertentu. Semua ini adalah ide untuk meningkatkan pangsa pelanggan dan itu bagian yang sangat penting dari fokus pemasaran. Memberikan pelanggan apa yang mereka inginkan. Mereka akan bersedia membayar harga premium untuk itu. Memberikan apa yang mereka inginkan dan tetap memberikan nilai dari waktu ke waktu, mereka akan tetap setia kepada kita, dan mereka akan terus membeli dari waktu ke waktu. Sehingga itu akan menjadi lebih profitabilitas. Jika kita memahami kebutuhan mereka, kita tidak hanya bisa menjual satu produk saja, tetapi kita juga bisa menjual produk-produk lain untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jadi dalam pasar berbasis pelanggan, di mana keuntungan berasal adalah dari harga premium, loyalitas, dan Cross Selling.

Perbedaan antara pasar penjual mengatakan kita fokus pada produk, pada apa yang pelanggan anggap tidak baik. Di pasar berdasarkan pelanggan, kita fokus pada pelanggan, apa yang pelanggan inginkan. Dan kita memberikan nilai kepada pelanggan yang lebih baik dari kompetisi. Jadi itulah perbedaan mendasar antara pemasaran berdasarkan produk dan pasar pelanggan. Saat ini pasar telah mengalami banyak perubahan. Apa yang berubah? Pasar sekarang tidak hanya memiliki pertukaran antara pembeli dan penjual, tetapi karena adanya globalisasi, internet, teknologi dan media sosial yang sudah tidak menciptakan percakapan tunggal. Tetapi, pelanggan dapat berbicara dengan pelanggan lainnya mengenai baik dan buruknya suatu produk. Jika kita memberikan produk berkualitas sesuai kebutuhan pelanggan, mereka akan memberitahu teman-teman mereka yang lain  dan tentunya hal ini akan memberikan hal positif bagi perusahaan. Namun disisi lain, jika terjadi kesalahan, mereka bisa memberitahu teman-teman mereka sesuatu yang buruk. Sehingga kita harus benar-benar hati-hati dalam setiap transaksi dengan pelanggan. Kita tidak hanya memberikan nilai, tetapi kita juga memberikan pengalaman kepada pelanggan. Meskipun pada pasar penjual dan pembeli lebih fokus terhadap transaksi.
Di pasar penjual kita bicara tentang satu transaksi. Sedangkan di pasar pembeli, saya berbicara tentang transaksi dari waktu ke waktu atau loyalitas pelanggan. Namun dalam sebuah komunitas yang terhubung, jika pesan sedang dikirim oleh pelanggan untuk pelanggan lain, mereka berbicara tentang pengalaman pelanggan. Apa yang saya maksud dengan pengalaman pelanggan? Cara pesan tentang produk kita yang akan ditularkan dari pelanggan untuk pelanggan dan kita harus fokus pada seluruh pengalaman pelanggan.
Banyak hal yang berubah dalam pemasaran di dunia ini dikarenakan media sosial, internet, dan globalisasi, adalah bahwa pemasar harus benar-benar transparan, harus otentik, dan harus fokus pada seluruh pengalaman pelanggan. Satu hal lain lagi, kita tampaknya keluar dari resesi sekarang, tapi ada resesi global, dan dalam beberapa tahun terakhir, mungkin mulai sekitar 2008, kami memiliki beberapa ketidakpastian ekonomi riil yang kuat. Ada banyak kasus yang terjadi. Orang menjadi skeptis terhadap pemasaran. Pemasaran memiliki beberapa nama buruk pada industri jasa keuangan. Orang kehilangan kepercayaan dengan semua perubahan yang ada di lingkungan ekonomi dalam pemasaran. Pemasaran sekarang harus fokus pada otentik nilai pelanggan asli. Agar menguntungkan, kita tidak hanya harus memberikan nilai pelanggan dari waktu ke waktu dan dengan mengandalkan pengalaman pelanggan, tapi sekarang karena ketatnya ekonomi dan ketidakpastian di sana, kita benar-benar harus memotong biaya dan mencari cara untuk memberikan nilai dengan cara yang sangat disiplin dan sangat fleksibel terhadap perubahan di pasar.

Terdapat berbagai jenis orientasi pemasaran, yaitu:

  1. Orientasi produk, di mana fokus pada produk dan membujuk pelanggan untuk menginginkan apa yang perusahaan memiliki.
  2. Orientasi pemasaran, di mana kita bertindak persuatif, membujuk perusahaan untuk menawarkan apa yang diinginkan pelanggan. Itu pendekatan fokus pelanggan.
  3. Orientasi pengalaman, mengatakan bahwa kita tidak hanya berpikir tentang transaksi, dan berpikir tentang transaksi dari waktu ke waktu. Tapi mencoba untuk mengelola seluruh pengalaman pelanggan dengan perusahaan untuk membangun hubungan berdasarkan keaslian, kepercayaan, dan disiplin
  4. Orientasi produksi, berfokus pada inovasi produk, tetapi juga mengurangi biaya. Sehingga cenderung untuk melihat produk generik dan terstandarlisasi. Ketika kita berfokus pada nilai pelanggan, kita melihat produk dibedakan, dan kita akan bicara tentang itu, ketika kita berbicara tentang merek juga. Bagaimana memposisikan produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang lebih baik. Dalam orientasi produk perusahaan besar menang karena mereka cenderung memiliki pangsa pasar yang lebih besar dan biaya yang lebih rendah, dan biaya yang lebih rendah adalah keuntungan strategis besar.
  5. Orientasi pemasaran, ketika berfokus pada pelanggan, perusahaan yang melakukan yang terbaik adalah perusahaan yang benar-benar tahu pelanggan mereka, yang dapat memberikan kualitas, dan yang memiliki banyak data pelanggan dan tahu bagaimana menggunakan data itu untuk memberikan nilai yang lebih baik.
Dalam pasar pengalaman, kita melihat transformasi. pelanggan menjadi pencipta nilai, dan itu benar-benar membuat pelanggan dan produk salah satu jenis pengalaman keseluruhan.
-          Orientasi kepercayaan
Keunggulan kompetitif yang berkelanjutan adalah perusahaan yang kita percaya. Dan perusahaan itu sudah memiliki sejarah panjang dengan mereka. Mereka transparan, dan  kita mempercayai mereka dari waktu ke waktu. Dalam orientasi kepercayaan diharapkan dapat benar-benar fokus untuk mengurangi biaya.

Part 2
Menurut Barbara Khan ada tiga prinsip dalam pemasaran, yaitu sebagai berikut:
1.      Prinsip nilai pelanggan
Jika kita ingin memberikan sesuatu kepada pelanggan dan membuat mereka untuk membeli produk kita dan bukan merupakan kompetisi. Kita harus memberi mereka nilai pelanggan secara nyata. Hal ini disebut prinsip nilai pelanggan.
2.      Prinsip diferensiasi
Kita harus memberikan nilai kepada pelanggan, apa yang pelanggan inginkan, tetapi kita harus melakukannya lebih baik dari kompetisi. Jadi, kita harus membedakan penawaran kita.
3.      Prinsip segmentasi, targeting dan positioning
Ketika kita fokus terhadap pasar pelanggan, kita tidak dapat memberikan nilai bagi semua orang dan menghasilkan uang, hal itu terlalu sulit untuk dilakukan. Jadi yang dapat kita lakukan adalahmembagi segmen pasar menjadi segmen-segmen yang berbeda. Kita menargetkan atau memilih segmen yang akan kita fokuskan, dan kita memposisikan merek kita untuk memenuhi kebutuhan segmen sasaran.
Kemudian alat yang digunakan untuk memberikan tiga prinsip pemasaran ini adalah menggunakan 4P. 4P pemasaran adalah products, place, promotion, and price. Seorang penjual menginformasikan mengenai suatu produk kepada pembeli disebut promosi. Promosi dapat dilakukan melalui iklan, penjualan, dll. Sedangkan tempat disini berarti cara penjual memberikan produk kepada pelanggannya. Hal ini dapat dilihat di toko fisik ataupun onlineshop. Pada onlineshop penjual akan mengirimkan produk sesuai dengan alamat tempat pembeli tersebut, dengan berbagai macam metode distribusi.
Berbicara mengenai pemasaran, artinya berbicara tentang dunia bisnis. Kita bisa menggunakan prinsip-prinsip pemasaran dalam pemasaran non-profit juga. Sebagai contoh adalah Palang Merah Amerika yang menggunakan prinsip 4P. Cara yang mereka lakukan adalah mencoba untuk membuat orang lebih bersedia untuk menyumbangkan lebih banyak darah yang akan membantu menyelamatkan nyawa. Dengan melakukan promosi untuk orang lain yang sudah menyumbang darah akan diberi jus jeruk dan kue-kue yang cukup. Kemudian juga melakukan promosi ke perguruan tinggi. Dan ternyata beberapa yang terbaik keberhasilan donor darah mereka berada di sekolah tinggi. Promosi adalah cara mereka berkomunikasi tentang manfaat pemberian darah kepada Palang Merah Amerika, dan keputusan tempat itu bagaimana mereka sampai produk dikirim ke tangan konsumen. Dalam hal ini Palang Merah Amerika memiliki jasa service yang khusus yang dapat dipanggil melalui ponsel, dan pergi ke pelanggan. Jadi itu keputusan yang sangat inovatif dan distribusi. Jadi, kita bisa bermain-main dengan 4P dengan cara yang sangat menarik. Dan, beberapa bisnis baru yang kita lihat sekarang melakukan beberapa hal yang sangat pintar dengan prinsip 4P.

Kamis, 22 September 2016

SUSTAINABLE MANUFACTURING

KERTAS VS PLASTIK


Pada pembahasan kali ini, saya akan menjelaskan mengenai penggunaan kantong kertas dan kantong plastik menurut Leyla Acaroglu. Berikut adalah uraian singkat tentang Leyla Acaroglu. Dr. Leyla Acaroglu merupakan seorang yang mewujudkan inovasi perubahan lingkungan dan sosial yang positif. Beliau adalah desainer yang berbasis di New York Australia, ilmuwan sosial, dan ahli keberlanjutan, dan diakui secara internasional sebagai pemimpin dalam penggunaan desain seluruh keberlanjutan dan pendidikan inisiatif. Berikut adalah rangkuman dari penjelasan Leyla Acaroglu mengenai kertas vs plastik:

Saat belanja atau membeli sesuatu di supermarket, tentu kebanyakan dari kita akan dihadapkan pada sebuah pilihan mengenai kantong belanja. Kita akan diberi pilihan antara menggunakan plastik/kresek ataupun kantong yang terbuat dari kertas. Lalu apa yang akan kita pilih jika ingin melakukan sesuatu hal yang berguna bagi lingkungan?  Iya, kebanyakan orang akan lebih memilih kantong belanja dari kertas. Alasannya karena sifat kertas yang biodegradable (mudah terurai) yang bersifat baik oleh lingkungan. Tetapi, dalam beberapa kasus sebagian orang juga masih menggunakan plastik yang membutuhkan waktu lama untuk terurai yang dapat menyebabkan dampak kerusakan lingkungan yang besar. Pada era ini, kita perlu untuk membuat sebuah pilihan yang tepat, sehingga dapat memberikan solusi yang sederhana terhadp suatu permasalahan.
Berdasarkan hasil survey pada sebagian orang, beberapa orang mengatakan pada Leyla, jika mereka hanya ingin menggunakan eco-material. Eco-materias bersifat sangat kompleks, karena beberapa bahan yang digunakan berasal dari alam, sehingga penggunaan bahan tersebut dapat menimbulkan dampak pada lingkungan. Jadi, apa yang harus kita lakukan? Jawabannya adalah kita harus mulai mengandalkan semacam kerangka intuisi saat mengambil keputusan. Intuisi sendiri memiliki pengertian yaitu kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Maka, saat kita sudah memilih kantong/tas dari kertas dan membeli mobil hemat bahan bakar, kita telah melakukan suatu hal yang benar untuk mengurangi dampak dari lingkungan itu sendiri.
Jadi hal yang berhubungan dengan lingkungan tersebut cenderung berasal dari pengalaman pribadi/hal-hal yang kita dengar dari orang lain. Dan itu sama sekali tidak didasarkan pada kerangka ilmiah. Kita hidup dalam sistem yang sangat kompleks, dimana manusia memiliki sistem untuk berkomunikasi, berinteraksi satu sama lain, memiliki sistem industri meliputi perekonomian yang harus beroperasi dalam sistem yang terbesar, dan yang paling penting adalah ekosistem. Tetapi terkadang pilihan yang kita buat dalam setiap pekerjaan yang kita miliki, tidak peduli seberapa tinggi atau rendah posisi jabatan kita sangat berpengaruh pada semua sistem ini. Maka dari itu, kita harus menemukan cara yang benar terhadap keberlanjutan dari sistem-sistem yang kompleks dan membuat pilihan yang lebih baik yang dapat memberi keuntungan lingkungan bersih dan kita perlu menemukan cara-cara inovatif untuk memecahkan beberapa masalah yang kita hadapi. Proses inilah yang disebut life cycle thinking. Jadi pada dasarnya, segala sesuatu yang melalui serangkaian tahap siklus hidup menggunakan serta menggunakan proses ilmiah disebut penilaian siklus hidup, atau di Amerika dapat disebut analisis siklus hidup. Untuk memiliki gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana segala sesuatu yang kita lakukan di bagian teknis dari sistem yang mempengaruhi lingkungan alam, kita ambil contoh sebagai berikut: saat kita melakukan pengamatan pada sebuah pabrik, kita akan melihat proses dari ekstraksi bahan baku, dan kemudian kita melihat manufaktur, pengemasan dan transportasi, penggunaan, dan akhir kehidupan, dan pada setiap tahap ini, hal-hal yang kita lakukan tersebut memiliki interaksi dengan lingkungan alam, dan kita dapat memantau bagaimana interaksi yang benar-benar mempengaruhi sistem dan layanan yang memungkinkan kehidupan di Bumi. Kemudian setelah melalui ini, kita telah belajar beberapa hal yang benar-benar menarik.
Ketika sesuatu yang terjadi secara alami, sesuatu yang terbuat dari serat selulosa seperti sepotong roti, bahkan atau sisa makanan, atau bahkan selembar kertas, ketika sesuatu yang alami berakhir di lingkungan alam, itu mendegradasi normal. Molekul karbon kecil yang disimpan akan tumbuh secara alami dan dilepaskan kembali ke atmosfer sebagai karbon dioksida. Hal ini adalah situasi yang bersih. Kebanyakan hal alami tidak benar-benar berakhir di alam. Sebagai contoh sampah yang kita hasilkan akan berakhir di TPA. TPA adalah lingkungan yang berbeda. Di TPA, molekul karbon yang sama dikeluarkan dengan cara yang berbeda, karena tidak ada oksigen. Molekul yang sama, mereka menjadi metana, dimana metana merupakan gas rumah kaca yang lebih kuat 25 kali dari karbon dioksida. Jadi kita perlu mengidentifikasi bagaimana kita dapat mulai memanfaatkan hal-hal yang sudah terjadi mulai dari merancang sistem dan layanan yang dapat meringankan masalah ini.
Menurut Association of Home Appliance Produsen menyebutkan bahwa lemari es tumbuh lebih besar setiap tahun dan berlaku untuk setiap dekade. Pada tahun 2014, lemari es rata-rata 22,5 kaki kubik, naik dari 19,6 kaki kubik pada tahun 1980. Tapi kulkas adalah kontributor serius untuk ini, dan salah satu contoh fitur itu adalah laci rak. Di Inggris, ini adalah masalah sehingga ada laporan pemerintah beberapa tahun lalu yang benar-benar mengatakan pelaku terbesar kedua makanan yang terbuang di Inggris Raya adalah selada basah. Kita membutuhkan lingkungan yang ketat,seperti lingkungan pengap untuk mencegah suatu proses yang akan terjadi secara alami. Melalui kulkas Anda dapat melihat segala macam hal seperti itu. Tapi pada dasarnya, ini adalah masalah besar. Karena ketika kita kehilangan sesuatu seperti selada dari sistem, kita tidak hanya memiliki dampak pada akhir kehidupan, tetapi kita benar-benar telah terkena dampak selada itu. Dampak siklus hidup selada yaitu dapat ditangani dengan membersihkan lahan. Setelah itu menanam benih, fosfor, pupuk, nutrisi,  memberi air, dan disinari matahari. Semua dampak yang terkandung dalam daun selada yang tersesat dari sistem, yang akan membuat hilangnya energi dari lemari es sehingga menimbulkan dampak lingkungan yang cukup besar.
Maka dari itu, kita perlu merancang hal-hal seperti ini jauh lebih baik jika kita akan mulai menangani masalah lingkungan yang serius. Kita bisa mulai dengan merancang laci rak dan ukurannya. Jadi bisa dibayangkan jika kita benar-benar mulai untuk mengidentifikasi masalah tersebut dan menggunakannya sebagai dasar untuk menemukan solusi desain yang inovatif dan elegan yang akan memecahkan masalah tersebut . Ini adalah desain yang dipimpin perubahan sistem, di mana sistem dapat jauh lebih berkelanjutan. Jenis-jenis pendekatan tidaklah sulit, tetapi memahami sistem dan kemudian mencari yang layak, yang digerakkan oleh pasar alternatif permintaan konsumen sedikit sulit. Tetapi kita harus berpikir bagaimana dapat secara radikal mengubah agenda keberlanjutan, karena konsumsi adalah masalah terbesar. Dengan mengidentifikasi cara-cara alternatif dalam melakukan sesuatu, kita dapat mulai untuk berinovasi dalam hal menggunakan keberlanjutan sebagai parameter  dan sebagai kriteria untuk mendorong sistem berbasis solusi.
Jika kita memiliki kertas dan plastik , maka yang dapat digunakan kembali akan jauh lebih menguntungkan. Berdasarkan faktor berat, kertas dianggap memiliki sifat buruk karena beratnya empat sampai 10 kali lebih berat dari plastik, dan ketika kita benar-benar membandingkan, dari siklus hidup perspektif, satu kilo plastik dan satu kilo kertas, kertas jauh lebih baik, tetapi fungsi dari plastik atau kantong kertas untuk membawa belanjaan tidak dilakukan berdasarkan 1 kg masing-masing bahan. Karena fungsi dapat mendefinisikan dampak lingkungan. Terdapat beberapa bahan yang benar-benar harus kita hindari dan kita dapat mulai untuk benar-benar menemukan solusi yang benar-benar inovatif.




Sumber: untuk lebih jelasnya silahkan lihat video di link berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=2L4B-Vpvx1A

Rabu, 14 September 2016

MANAJEMEN PEMASARAN

MARKETING 1.0, 2.0, 3.0


Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan mengenai Marketing 3.0 oleh Philip Kothler, seorang yang dikenal dunia sebagai ahli dalam pemasaran. Beliau telah menulis lebih dari sebanyak 50 buku, dengan 10 diantaranya telah diterbitkan pada lima/enam tahun terkahir ini. 

Sekarang kita akan membahas mengenai sebuah buku tentang pemasaran 3.0. Sebagian besar perusahaan menggunakan pemasaran 1.0 dan beberapa saat ini menggunakan pemasaran 3.0. Akan tetapi tidak ada perusahaan yang langsung melompat dari pemasaran 1.0 menjadi pemasaran 3.0. Diperlukan tahap untuk merangkak dari pemasaran 1.0 menuju pemasaran 3.0. Dalam kasus ini perusahaan akan menjadi efisien dan menguntungkan dalam membuat sesuatu bagi banyak orang. Namun beberapa perusahaan telah memutuskan untuk mempelajari lebih lanjut tentang kepada siapa mereka akan menjual produk mereka. Perusahaan yang sebelumnya berpindah dari hanya membuat dan menjual produk yang baik untuk memahami pelanggan mereka dengan database besar dan perubahan terhadap pelanggan, penggemar, dan lainnya.  

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai pemasaran 1.0, pemasaran 2.0 dan pemasaran 3.0. pemasaran 1.0 akan menarik pemikiran konsumen dimanapun konsumen berada, pemasaran 2.0 akan lebih sulit untuk menarik pelanggan, kita harus mengetahui banyak tentang pelanggan dan berusaha untuk lebih dekat dengan melayani para pelanggan. Sedangkan pemasaran 3.0 kita harus menganggap pelanggan sebagai seseorang yang lebih tertarik pada produk yang kita jual, tetapi ini adalah orang yang perlu diperhatikan karena dunia akan menjadi semakin tidak stabil. Marketing 3.0 mengangkat konsep marketing ke dalam arena aspirasi, nilai-nilai dan human spirit. Marketing 3.0 meyakini bahwa konsumen adalah manusia lengkap, karena itu kebutuhan dan harapannya tidak boleh diabaikan. Maka, Marketing 3.0 melengkapi emotional marketingdengan human spirit marketing.

Suatu perusahaan tidak hanya menjual apa yang diinginkan oleh konsumen, tapi juga ingin memastikan bahwa perusahaan memahami dunia dan mencoba untuk membuat perubahan sehingga dunia menjadi lebih baik. Berikut merupakan konsep pemasaran dasar dan penerapan pemasaran 1.0, 2.0, dan 3.0. Beberapa cara marketing 3.0 melakukan pemasaran yang pertama adalah membiarkan target pelanggan kita tahu bagaimana kita akan berbeda dari pesaing lainnya dalam menawarkan titik perbedaan. Sebagian besar perusahaan setidaknya harus melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh perusahaan lain agar mereka tidak ketinggalan dengan perusahaan lain. Misalnya kita mengambil sebuah perusahaan seperti “Starbucks”, mereka tidak hanya memastikan bahwa kopinya segar dan memastikan daerah distribusinya, tetapi mereka meningkatkan posisi mereka sebagai cafe yang menyediakan lebih banyak jenis kopi dan menciptakan pengalaman bagi konsumen saat  menikmati kopi. Kemudian yang kedua adalah melakukan segmentasi. Segmentasi adalah pengakuan bahwa kita tidak dapat melayani semua orang secara merata. Sebagai contoh yaitu Mc Donalds dipercaya bahwa mereka menyebut mereknya untuk ide dari kualitas pelayanan. Kualitas pelayanannya adalah kebersihan dan nilai. Akan tetapi pada kenyatannya sangat berbeda. Mereka berusaha untuk mencari target para remaja dan ibu yang mempunyai anak kecil.  

Berdasarkan kedua contoh tersebut, perbedaan pasar di kedua posisi dan segmentasi perbedaan menunjukkan perbedaan pemasaran 2.0 dan 3.0 Ketika kita mengguanakan pemasaran 3.0, kita jugas harus menggunakan pemasaran 1.0 juga di dalamnya. Dengan begitu, strategi menjadi bertambah baik pada pemasaran 3.0. Pemasaran 3.0 sudah pasti menjadi dasar dari rencana merk tapi ada sesuatu yang disebut co-creation yang hilang, yaitu fitur produk, harga, tempat atau distribusi dan juga promosi. Apa yang menjadi kesuksesan perusahaan melakukan co-create dengan perusahaan mereka adalah meminta maaf dengan pelanggan mereka dan membangun hubungan yang baik dengan para pelanggan mereka.

Pada pembahasan 4 P, disini kita akan mengambil contoh dalam buku “Wisdom of Crowds” yang berkata bahwa ada banyak orang di luar sana yang akan berpartisipasi ikut serta dalam perusahaan kita dalam satu atau lain cara, bukan hanya dalam jenis dan apa produk kita. Tetapi, mereka memutuskan untuk tidak menggunakan agensi promosi iklan untuk membentuk kampanye. Melihat sisi produk ialah bagaimana kita dapat mengundang secara khusus beberapa pelanggan untuk merancang produk dengan kita. Ini membuat komponen teknis akan melakukan pengujian alpha dan beta. Kegunaan tes alpha adalah untuk memastikan bahwa komponen karya tidak merusak perusahaan yang menggunakan ilmuwan kita sendiri tapi kemudian mereka memilih subset pelanggan untuk yang dengan siapa mereka memiliki hubungan yang baik dan mereka meminta pelanggan untuk mencoba produk dan menyarankan perbaikan sebelum mereka melakukan peluncuran produk akhir, sehingga pengujian beta adalah sama dengan pertanyaan co-creation adalah tentang apa barang kemasan konsumsi untuk perusahaan sementara mereka mungkin mempunyai panel konsumen.

Penelitian yang dilakukan di MIT telah menunjukkan  bahwa banyak perusahaan yang selalu memiliki beberapa pengguna yang menuntut. Pada kenyataannya mereka menciptakan produk mereka hanya dengan membeli dari kita dan memperbaikinya sendiri. Hal tersebut merupakan cara untuk membiarkan pelanggan menjadi hakim terhadap nilai produk. Co-creation akan menjadi tempat distribusi pelanggan untuk membantu kita dalam membuat saluran distribusi yang menjadikan pelanggan pada level menengah.

Pemasaran 3.0 bisa diganti menjadi manajemen 3.0 ini akan lebih dari penyesuaian departemen untuk peluang. Kita harus mendapatkan pasar untuk karyawan kita yang mendapat pasar untuk mendistribusikan kepada supplier karena kita harus menjadi perusahaan yang telah bermitra dengan karyawan terbaik dengan supplier terbaik. Kita tidak akan pernah menang jika kita melakukan semuanya sendiri dan dan kuncinya adalah ketika kita menggunakan pasar untuk karyawan. Ini adalah bentuk tim manajemen 3.0. Bayangkan saat ketika kita serba kekurangan seperti selama perang, tidak ada pemasaran yang dapat dilakukan dengan benar karena jika kita akan melakukan pemasaran apapun maka kita akan mencoba untuk mengurangi permintaan dengan meningkatkan suatu harga. Hal itu membuat kita akan membuat produk yang lebih sederhana daripada menambahkan fitur atau mungkin membuat produk yang hanya sederhana tetapi berharga mahal. Terkadang lebih mudah untuk memasarkan produk kepada pelanggan dengan fungsi lainnya. Hal itu menjadi benar dengan cara tersebut karena pemasaran tidak memiliki akuntabilitas. Mereka membicarakan tentang uang yang tidak bisa dikembalikan untuk investasi pemasaran.


Sustainable Manufacturing (MALTUS)

Malthusian Catastrophe


Saat ini, populasi global telah mencapai 7 miliar, dengan tingkat pertumbuhan populasi penduduk dunia meningkat 1%. Hal itu memiliki arti bahwa populasi dunia akan berlipat ganda dalam 70 th. Pada tahun 2080 penduduk dunia akan mencapai 14.000.000.000. Thomas Malthus mengatakan bahwa jenis pertumbuhan semacam ini tidak berkelanjutan. Ia menuliskan alasannya pada tahun 1798.  Alasan pertama yang Thomas ungkapkan adalah bahwa setiap pertumbuhan populasi penduduk adalah exponensial, kemudian alasan kedua yaitu Ia menganggap bahwa produksi pertanian adalah aritmatika atau geometris dalam perkembangannya. Itu berarti hubungan antara peningkatan populasi dan waktu berada pada garis lurus.
Pertumbuhan populasi meningkat secara exponensial dengan sangat cepat dan besar. Sedangkan untuk produksi makanan meningkat pada tingkat yang konstan. Jika produksi makanan tidak berjalan seimbang atau berpotongan maka sistem akan menjadi rusak yang dapat menyebabkan kelaparan, perang, atau penyakit yang harus dicegah. Populasi yang meningkat menyebabkan banyak orang, sedangkan jumlah memasok kebutuhan semakin sedikit dapat membuat sebuah titik persimpangan yang digambarkan oleh Thomas Malthus sebagai titik krisis dan dikenal dengan Malthusian Catastrophe
Pertumbuhan penduduk yang pasti akan menyebabkan penurunan standar hidup. Akan ada masa dimana seseorang mengalami kemiskinan. Dalam Malthusian Catastrophe standarts hidup dapat meningkat dalam jangka panjang. Mereka selalu berkurang ke tingkat subsistensi. Biasanya makanan jumlahnya terbatas, seperti dalam kasus rusa. Batas alami yang dapat terjadi lainnya bisa polusi, energi, air, dan ruang untuk hidup. Dalam kasus ini akan ada garis datar seperti yang ditunjukkan oleh garis hijau pada gambar:


Saat ini, kita mencapai titik krisis dan crash pada populasi. seperti gambar yang ditunjukkan dibawah ini:

 Maka jika, pasokan makanan menjadi 2 kali lipat dan kita memiliki teknologi baru atau memiliki revolusi hijau baru, kemampuan baru untuk membuat makanan, itu hanya penundaan yang tak terelakkan.
Dalam kasus di dunia, jika pertumbuhan tumbuh 1% per tahun, dan jika kita memiliki kemampuan baru, teknologi baru untuk melipatgandakan pasokan makanan yang tersedia, yang kita lakukan adalah menunda kecelakaan ini ke penderitaan subsisten 70 tahun. Seperti yang Anda lihat di grafik ini. 

Semua yang kita lakukan adalah menunda yang tak terelakkan. Jadi jika populasi selalu eksponensial, seperti dalam kasus rusa sampai kecelakaan, maka kita sedang sentiasa ditakdirkan untuk mengalami kelaparan. Jadi kita bisa membayangkan bahwa jika kita memiliki populasi di atas menurut model Malthus, kita ditakdirkan untuk kecelakaan. Jadi dengan kata lain, penduduk akan runtuh. Dan, tentu saja, runtuhnya populasi besar mungkin akan menimbulkan runtuhnya masyarakat juga. Bisa sipil, peradaban bertahan jika kita hanya memiliki setengah makanan yang utuh. Ada banyak hal yang bisa mengikuti pola ini melampaui populasi. Tentu saja, kita mungkin berpikir tentang barang ditambang, termasuk energi seperti bahan bakar fosil tapi juga sumber daya penting atau beberapa akan mengatakan bahwa kita sedang berada pada pertambangan atas tanah dalam pertanian modern. Jadi Anda dapat menggunakan maltusian model, semacam ini tidak hanya untuk penduduk, tetapi untuk banyak sistem lain yang berpotensi tidak berkelanjutan 200 tahun. 

Malthusian Vs Neo Malthusian

Pada titik ini Inggris mengalami waktu yang sangat miskin. Bagi kebanyakan orang yang tinggal di negara ini standar hidup dari abad kedelapan belas lebih rendah daripada orang-orang pada zaman batu. Masyarakat zaman batu jauh lebih sedikit, tetapi mereka benar-benar memiliki lebih banyak kalori dan mereka makan lebih banyak protein dan daging.
Misalnya terdapat kasus ketika terjadi Black Death, sekitar sepertiga dari semua orang di pulau itu tewas dan tiba-tiba ada lebih banyak lahan yang tersedia dan menyebabkan permintaan tenaga kerja yang tinggi, sehingga para petani rata-rata menikmati standar hidup yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Jadi secara tidak langsung Malthus telah membuat prediksi yang salah tentang masa depan. Berikut gambar populasi di Inggris:


Garis biru menunjukkan perubahan populasi dari waktu ke waktu dan titik kuning adalah ketika model Malthus diterapkan. Lalu apa yang terjadi setelah model Malthus diterapkan? Terjadi peningkatan besar populasi Inggris menjadi dua kali lipat, kemudian mendouble sekali lagi dan hampir menjadi dua kali lipat lagi dalam 200 tahun terakhir.


Tidak hanya itu, Inggris menjadi jauh lebih kaya sekarang daripada 200 tahun yang lalu. Revolusi Industri sangat berpengaruh dan rata-rata orang di negara ini memiliki sekitar lima belas kali lebih kaya daripada 200 tahun yang lalu ketika Malthus menulis ramalannya.
Jadi kenaikan populasi tidak menyebabkan kelaparan massal. Tidak hanya itu, meningkatnya populasi tidak menyebabkan kemiskinan. Bahkan hal yang sebaliknya bisa saja terjadi. Populasi di Inggris yang lebih banyak dan lebih kaya dari saat ini telah mendasari prediksi Malthus saat ini. Hal ini disebut neo-Malthusian atau prediksi baru Malthus. Akhir-akhir ini prediksi Neo-Malthusian merupakan prediksi yang buruk seperti prediksi yang dibuat oleh Malthus 200 tahun yang lalu.

Titik kuning pada grafik ini menunjukkan garis biru yang merupakan populasi dunia sejak saat itu.



Jumlah populasi telah menjadi dua kali lipat sejak prediksi itu dibuat. Akibat adanya pendapatan per orang, orang menjadi semakin kaya karena semakin banyaknya populasi. Seperti contoh-contoh tersebut, kejadiannya sangat berlawanan dengan yang telah diprediksi oleh Malthus.